Artikel

Pepaya “Bangkok”

Banyak jenis papaya – banyak yang menyebutnya pepaya – yang  tumbuh dan berkembang di Indonesia. Buah papaya, selain mengandung vitamin – kandungan papain-nya sangat bermanfaat pada kesehatan pencernakan. Namun papaya mungkin termasuk buah yang kurang “bergengsi” dibanding dengan Pisang, Mangga, Manggis apalagi dibanding Apel atau Anggur – posisi social papaya dianggap “inferior”.

Dalam rangka menarik perhatian pembeli, sekitar tahun 80-an, para pengembang buah papaya mencari akal. Saat itu berkembang buah jambu “bangkok”. Jambu biji yang ukurannya besar, hingga lebih dari 1 kg/buah, bijinya kecil, rasanya manis segar dan banyak dagingnya. Asalnya jambu “Bangkok” sendiri tidak jelas dari mana. Tetapi karena Thailand saat itu sangat terkenal sebagai produsen buah unggul, sehingga label “Bangkok”menjadi menarik. Jambu Bangkok berhasil menarik perhatian masyarakat pembeli sehingga banyak petani yang menanamnya.

Berbekal pengalaman itu, diawal tahun 80-an juga, ditemukan jenis papaya yang beda dengan lainnya. Buahnya besar, lebih dari 5 kg/buah – lalu desebut papaya “äustralia”. Papaya type äustralia itu cukup menarik, petani banyak menanam, sehingga produksi tinggi. Namun pepaya dagingnya lunak dan tidak tahan lama, sehingga kalau keluarga kecil mebeli papaya Australia itu, suka tidak habis dikonsumsi sekali. Setelah disimpan, rasanya sudah kurang enak.  Selang beberapa saat, di Malang ditemukan jenis papaya dengan spesifikasi baru. Buahnya tidak terlalu besar, hanya sekitar 2 – 3 kg/buah. Namun kualitas dagingnya lebih kenyal, warnanya merah tajam, manis rasanya da nada aroma seperti mendekati buah mangga. untuk menarik perhatian, papaya itu lalu diberi nama “papaya Bangkok”. Pertimbangannya, agar pembeli tertarik.

Profile papaya “Bangkok”.

  • Buah bentuk sempurna (lonjong)
  • Warna kulit hijau tua, sedikit kasar, permukaan tidak halus
  • Saat petik tepat, saat ada warna merah muncul dibagian bawah buah
  • Kalau tanaman tumbuh normal, bobot buah antara 2,0 – 4,5 kg.

Profile daging buah papaya “Bangkok”

  • Warna merah tua
  • Tidak “mblenyek”/tidak berair, lebih kesat
  • Manis, brix dapat mencapai 18,00% lebih (standard layak manis 12%)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *