Kolom Soekam Parwadi

Makan Buah

Seiring dengan majunya ilmu kesehatan, pola makan kita sekarang semakin baik saja. Dulu yang namanya sarapan itu ya minum teh atau kopi  “nasgitel”, lalu menyantap tempe goring, pisang goring, nyampleng rasanya. Bagi masyarakat klas menengah kebawah untuk sarapan pagi  langsung sarapan nasi, tiwul atau nasi jagung dengan lauk gudeg plus sambel trasi. Saat saya kecil, didaerahku Boyolali yang miskin, saya biasa sarapan tiwul plus sambel bawang ditambah tempe semangit mentah diuleg. Itu diperlukan karena setelah makan terus kerja berat diladang atau jalan jauh jualan kepasar.

Ternyata pola makan seperti diatas itu keliru dari tinjauan kesehatan. Perut yang kosong, langsung diisi makanan berat, kaya karbohidrat akan menjadikan kadar gula tinggi ditubuh. Apalagi diawali dengan minuman manis plus gorengan yang banyak mengandung minyak, gula dalam tubuh akan menggumpal yang menyebabkan susah didistribusi melalui pembuluh darah yang sempit.

Sekarang informasi pola makan yang menyehatkan sudah banyak dipaparkan dimedia yang dapat dijangkau melalui HP yang canggih-canggih itu. Namun kalau dihubungkan dengan pola makan yang terjadi masyarakat, agaknya informasi pola makan yang benar itupun belum banyak dilaksanakan oleh masyarakat kebanyakan. Ini yang memprihatinkan, sehingga banyak efek atau pengaruh negative akibat pola makan salah melanda pada masyarakat, seperti kegemukan/obesitas, kadar gula tinggi atau diabetes, tekanan darah tinggi akibat penyumbatan pembuluh darah oleh lemak atau gula atau kombinasi keduanya.

Dari berbagai sumber dapat dirumuskan tentang cara makan buah yang baik. Dua waktu yang dianjurkan untuk makan buah yang baik adalah  saat perut kosong di pagi hari dan menjelang tidur dimalam hari. Cara makan  ini dapat mencegah penyakit asam lambung dan gangguan pencernaan saat beraktivitas. Buahnya dapat apapun kecuali buah-buahan yang cenderung rasanya asam seperti jeruk asam, cranberrym, jeruk bali, dan nanas. Pisang juga kurang baik dimakan saat perut kosong karena akan menyebabkan jumlah kadar magnesium dalam darah akan meningkat. Hal ini dapat membahayakan fungsi hati dalam tubuh. Buah yang baik untuk dimakan dipagi hari antara lain adalah Pepaya, Melon, Durian dsb.

Makan buah dua porsi sehari dapat mempercepat laju metabolisme tubuh, serta dapat mempertahankan kadar gula darah dan mengekang lemak di sekitar perut. Makan buah sebelum tidur malam efektif membuang racun karena buah-buahan itu mengandung antioksidan yang tinggi. Buah yang dianjurkan untuk dimakan yakni apel, pisang, kiwi dan ceri. Buah-buahan itu mengandung serotonin alami, melatonin dan tryptophan yang menenangkan suasana hati.

Namun demikian, ada saran agar beberapa jenis buah tidak baik dimakan dalam keadaan perut kosong, diantaranya adalah buah Pir. Buah Pir mengandung serat kasar yang dapat melukai membran mukosa halus saat perutmu masih kosong. Jadi sebaiknya makan buah Pir dilakukan beberapa jam setelah makan berat. Yang kedua adalah Tomat, sebaiknya tidak dimakan saat perut kosong  karena  Tomat mengandung asam tannic  yang dapat meningkatkan keasaman dalam perut. Hal ini dapat menyebabkan ulkus lambung.  Berikutnya adalah Mentimun, Sayur mentah seperti mentimun kaya kandungan asam amino. Meski demikian, jangan konsumsi mentimun saat perut kosong, arena dapat menyebabkan perut mulas, perut kembung, dan sakit perut lainnya. Yang terakhir adalah buah Jeruk. Buah jeruk sebaiknya tidak dimakan  saat perut kosong, karena dapat menyebabkan perut mulas. Selain itu, dapat menyebabkan radang perut dan sakit lambung. Selain buah, Cabe yang pedas rasanya itu juga kurang baik dimakan saat perut kosong. karena dapat merusak dan menyebabkan iritasi pada mukosa lambung. Selain itu, dapat meningkatkan produksi asam dalam perut.

Kebiasaan lama makan buah setelah makan besar sangat tidak dianjurkan karena dokter tak pernah menyarankan untuk makan buah setelah makan besar. Hal ini dapat menyulitkan makanan untuk dicerna dengan benar. Makan buah setelah makan besar juga tak ada manfaatnya bagi tubuh. Jadi sebaiknya tidak pernah lagi melakukan kebiasaan ini, meskipun tujuannya sebagai pencuci mulut. Pesan lainnya adalah untuk membatasi makan buah yang rasanya terlalu manis seperti buah delima, mangga, anggur, leci dan semangka. Karena buah-buahan tersebut bisa mengganggu kadar gula darah.

Soekam Parwadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *