Kolom Soekam Parwadi

Mangga Masak Pohon

Salah satu buah tropis paling lezat dari Indonesia adalah buah Mangga. Dari puluhan jenis mangga yang ada Indonesia, Mangga varietas Arumanis paling disukai konsumen karena dua unsur keunggulan. Pertama aromanya yang harum dan kedua rasanya yang manis. Banyak jenis mangga baru dari luar negri yang saat ini masuk, ditanam dan dipasarkan di Indonesia, tetapi Mangga Arumanis nyatanya masih merajai pasar mangga kita, bahkan di eksport. Tetapi kebanyakan negara-negara di Eropa kurang suka buah yang beraroma, termasuk Mangga. Namun kenyataannya, sekarang Mangga juga masuk ke Eropa, ternyata itu dikonsumsi oleh warga negara dari Asia, terutama Indonesia yang mukim di Eropa. Mungkin, saat menciup harumnya Mangga Arumanis, akan terbayang Indonesia atau desa kelahirannya.

Anak angkat saya Niken, sekarang sekolah di Inggris. Disana ketemu dengan banyak teman Indonesia yang sudah lama mukim dan mencari rizki di Inggris. Soal makan, nampaknya orang-orang Indonesia yang lidahnya sejak kecil sudah ter”setting” sebagai lidah Indonesia semakin lama bosan juga dengan makanan ala di Inggris, termasuk makan buahnya. Jadilah kangen makanan Indonesia itu menjadi peluang bisnis, sekaligus menarik penjualan produk pangan Indonesia ke Inggris, tentu termasuk Mangga Arumanis. Selama ini memang ada Mangga dari Thailand atau Afrika, tetapi rasa dan aromanya tidak sebaik Mangga Arumanis dari Probolinggo, Cirebon atau dari Pandeglang.

Mangga itu termasuk buah yang matangnya bisa dipohon, atau tidak perlu diperam.  Ciri buah Mangga yang masak pohon itu, warnya agak ke-abu-abuan, ada lapisan lilin alaminya. Kalau pantatnya dipijit terasa lunak sedikit, dan aromanya sudah mulai muncul. Artinya, bila ingin menikmati rasa buah Mangga yang nikmat, ya mesti membeli Mangga masak pohon. Namun yang terjadi dipasaran Mangga kita ternyata berbeda dengan yang kita bayangkan. Kita sulit memperoleh Mangga masak pohon dipasaran umum. Buah Mangga dipasaran umum biasanya berasal dari “tukang tebas” Mangga daerah. Pohon petani di”tebas” sejak bunga, lalu setelah diperkirakan rata-rata buahnya sudah tua, si”penebas” memetik buahnya secara “rampasan” atau semua buah tua-muda dipetik semua. Buah Mangga itu terbentuknya tidak bersamaan, sehingga kalau dipetik bersamaan tentu tingkat ketuaannya juga tidak sama. Cara memetiknya kebanyakan juga salah, banyak getah yang keluar dari tangkai buahnya hingga nampak kotor dan tidak cantik. Mangga lalu disortasi & grading menjadi klas A B C dan D sesuai besar dan ketuaannya. Semua Mangga lalu dimasukkan kotak kayu yang dilapisi kertas semen dan tidak lupa dimasukkan karbit secukupnya, kertas ditutup rapat, kotak dipaku, kirim kepasar induk. Mangga yang sudah diberi karbit itu akan masak setelah 2 – 5 hari, namun rasanya akan sangat tergantung pada ketuaannya. Yang tua rasanya akan manis, yang muda masak juga tetapi ada asamnya.

Untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen, Paskomnas memberikan edukasi pasca panen kepada petani Mangga didaerah Sukabumi Selatan dan daerah Krawang, termasuk teknik petik Mangga tanpa getah. Perlu sabar, karena edukasi ini harus dari petani muda yang memiliki pohon sendiri. Kalau tukang tebas, sulit untuk menerima teknologi pasca panen ini karena mereka mengejar waktu. Dari segi pendapatan diharapkan petani muda yang mau mempraktekkan pasca panen yang baik itu akan lebih baik. Sekarang ini, harga Mangga “rampasan” terbaik atau klas A dipasar induk sekitar Rp10.000,-/kg, dipasar eceran sekitar Rp15.000,-/kg. Itu artinya harga pokok ditingkat petani paling sekitar Rp6.000,-/kg. Sementara kalau petani muda itu mampu memetik Mangga-nya masak pohon, lalu dikirim ke Paskomnas, mereka akan memperoleh harga bersih sekitar Rp12.000,-/kg. Itu tentu akan meningkatkan pendapatan para petani. Berikutnya para konsumen akan memperoleh buah Mangga masak pohon yang lezat dengan harga yang tetap menarik. Tahap berikutnya, kita dapat merintis eksport sehingga pendapatan petani akan semakin baik.

Soekam Parwadi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *