Kolom Soekam Parwadi

Melon Masak Pohon

Takut makan buah yang dikarbit…?. Walau secara ilmiah belum ada keterangan bahayanya penggunaan batu karbit dalam pemasakan buah, tetapi banyak yang menyarankan untuk mengkonsumsi buah masak pohon. Karbit atau kalsium karbida (CaC2) adalah bahan berupa batuan putih yang bila terkena air/uap yang mengandung air akan menghasilkan gas asetilin (tidak alami) yang menghasilkan panas dan berfungsi sama seperti etilin sehingga buah cepat matang.

Salah satu buah dipasaran umum yang saat ini banyak menggunakan karbit sebagai bahan pematangan buahnya adalah Melon. Caranya dengan menyemprotkan larutan karbit itu kebagian buah yang masih dipohon pada usia menjelang umur maksimalnya. Praktek itu banyak dilakukan pula terutama pada saat musim hujan, saat tanaman Melon belum menjelang panen tapi menghadapi serangan penyakit. Jadi penggunaan karbit dipertanaman itu sebagai langkah penyelamatan dari kegagalan panen. Penggunaan karbit  fungsinya hanya menyeragamkan warna kuning buah, sementara kadar gulanya tidak dapat naik sehingga rasanya tetap kurang manis.

Beberapa buah yang oleh para pedagang proses pemasakannya menggunakan zat asetilen setelah dipetik antara lain Mangga, Durian, Pisang, Melon dan beberapa jenis sayur seperti Tomat, Cabe dan lainnya. Namun demikian, citarasa terbaik buah-buah tersebut  akan diperoleh pada kondisi masak pohon.

Untuk melayani konsumen dengan mutu produk buah terbaik, saat ini Paskomnas Indonesia mulai membangun unit onfarm yang dikoordinasikan oleh Bumimas Indonesia. Bumimas bekerja sama dengan petani pembudidaya dengan teknologi yang aman dalam rangka menghasilkan produk yang sehat, berharga pokok efisien dengan mutu yang lebih baik. Salah satunya adalah memproduksi buah Melon masak pohon. Dengan membeli melalui web paskomnas.com konsumen dimanjakan dengan buah Melon masak pohon dengan kadar gula (brix) yang lebih baik.

Kalau diperlukan bantuan pemasakan pada buah yang dipanen tetapi belum masak pohon, maka cara yang paling baik adalah menggunakan zat etilen alami untuk pematangan buah. Caranya adalah meletakkan buah yang matang diantara buah yang belum matang dalam ruang tertutup. Buah yang matang akan menyebarkan zat etilen keruang sekitar dan mempercepatan pematangan buah disekitarnya.

Soekam Parwadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *