Kolom Soekam Parwadi

Cabe Merah Kriting

Salah satu jenis Cabe yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Jabodetabek dan Sumatra adalah Cabe Merah Kriting  atau disingkat CMK. Dipasaran, CMK banyak ragamnya, tetapi terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu CMK yang hibrida dan non-hibrida. CMK Non-hibrida adalah jenis yang dikembangkan dari jensi lokal namun sudah diteliti dan dijadikan varietas unggul nasional, misalnya Tampar Malam. Sedangkan CMK hibrida adalah Cabe yang benihnya diperoleh dari proses persilangan atau hibridisasi yang dilakukan oleh para ahli benih sehingga diperoleh jenis unggul filial-1 atau F1 yang terbaik. Biasanya, CMK lokal buah cabenya kecil-kecil, pedas dan produksinya rendah sekitar 3-4 ons/batang normal. Sementara jenis CMK hibrida buah cabenya lebih besar, pedasnya sama, tetapi produksinya lebih tinggi sekitar 0,8 – 1,0 kg/pohon normal, sehingga petani banyak memilih menanam jenis hibrida ini. Tetapi konsekuesinya, membudidayakan CMK hibrida ini memerlukan teknologi lebih canggih dan biaya lebih besar.

Cabe yang di jual di situs belanja online paskomnas.com

CMK hibrida mulai dikenal dipetani dan dipasar sejak tahun 80-an dengan jenis yang semakin beragam. Banyak pembuat benih hibrida baik dari dalam maupun luar negri. Dipasaran, jenis yang paling banyak disukai adalah kelompok TKX. Penulis sendiri tidak tahu muasal nama atau istilah TKX ini karena itu bukan nama varietas atau jenis. Nama TKX diberikan  oleh para pedagang untuk memberikan “kode” dari jenis hibrida TM999 yang banyak ditanam oleh petani Magelang dan sekitarnya. Dari pantauan dipasar induk Jakarta, Tangerang dan sekitar serta dari situs belanja paskomnas.com, CMK TKX ini disukai oleh sebagian besar konsumen Jabodetabek dan Sumatra karena ukurannya ramping, kulitnya tebal sehingga agak tahan lama sehingga tahan dikirim jauh. Namun jenis CMK lain tetap laku dipasar luar Jabodetabek & Sumatra karena sebenarnya sama pedasnya.

Selama ini cabe TKX yang paling populer adalah dari jenis hibrida TM999. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi benih, sekarang ini telah lahir jenis CMK baru sebagai upaya perbaikan produktifitas dan mutunya, namanya CMK Lado. Penampilan dan mutu CMK TKX Lado ini, ukurannya lebih besar dan panjang sedikit dibanding dengan CMK TKX TM999, sehingga produksinya dapat lebih dari 1 kg/pohon normal. Ketahanan produk CMK TKX Lado ini juga cukup baik sehingga tahan dikirim jauh.  Dipasaran, agaknya para konsumen yang telah lama mengkonsumsi CMK TKX TM999 masih ragu memakai CMK Lado. Hal ini biasa karena barang baru, namun dari para konsumen yang belanja dipasar induk dan membeli CMK TKX Lado lewat situs belanja paskomnas.com merasa puas dengan jenis baru ini dengan harganya juga tidak lebih mahal dibanding CMK TKX TM999. Pilihan baru ini juga mengatasi kurangnya pasokan CMK TKX TM999 yang saat ini budidayanya banyak diserang virus YMV.

 

Soekam Parwadi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *