Kolom Soekam Parwadi

JERUK

Dari puluhan jenis buah yang ada didunia konsumen, Jeruk atau bahasa ilmiahnya Limau, hingga kini menduduki posisi teratas dalam jumlah serapan pasarnya. Dari banyak jenis jeruk itu, kebanyakan berasa masam yang lebih dominan dan hanya beberapa jenis saja yang berasa manis. Dari dunia gizi diinformasikan bahwa rasa masam itu mengindikasikan adanya vitamin yang kadarnya tinggi. Tetapi dipasar Indonesia (termasuk juga di situs belanja buah sayur segar paskomnas.com), jenis Jeruk yang disukai konsumen adalah yang berasa manis. Kawan saya bertanya, kenapa ya Pak kok konsumen kita (Indonesia) sukanya jeruk yang manis..?. Saya jawab sekenanya, “.. karena hidupnya rata-rata pahit Mas, sehingga semua makanan termasuk buah ya haus manis…”.

Mengapa berasa masam..?

Setiap buah umumnya mengandung air, protein, lemak, karbohidrat (termasuk gula), mineral dan vitamin. Zat-zat ini sering disebut sebagai zat nutrisi. Selain zat nutrisi, beberapa jenis buah ada yang memiliki zat lain berupa aneka golongan asam dan tanin. Asam yang sering ditemukan dalam buah ialah asam malat, asam oksalat, asam sitrat dan asam malonat.

Gabungan zat nutrisi dengan asam atau tanin inilah yang mempengaruhi rasa dan kelezatan buah. Buah yang kandungan gulanya rendah dengan kadar air tinggi akan terasa hambar. Bila kadar gula dan kandungan asamnya seimbang rasanya menjadi manis-manis asam. Jika kandungan asamnya lebih tinggi rasanyapun menjadi asam. Bila buah mengandung tanin lebih banyak akan terasa kesat kalau dimakan.

Buah yang maih muda umumnya mengndung asam atau tanin relatif tinggi Seiring dengan bertambahnya umur buah kandungan zat-zat ini semakin berkurang. Oleh karena itu rasa manisnya pun semakin tua semakin bertambah.

Contoh buah yang waktu masih muda banyak mengandung asam adalah jeruk. Apabila jeruk dipetik terlalu muda, kandungan asam oksalat yang masih tinggi menyebabkannya terasa asam. Buah salak dan belimbing adalah contoh buah yang tinggi kadar taninnya sewaktu masih muda. Itulah sebabnya buah ini terasa kesat kalau dikonsumsi masih muda. (Sumber : Majalah Trubus).

Dari sumber lain mengabarkan bahwa, rasa masam pada buah itu bermanfaat bagi kita, terutama yang memiliki berat badan melebihi normal atau berkondisi gemuk. Dari sebuah artikel menerangkan tentang rasa masam, jeruk dan manfaatnya mengurangi berat badan berlebih (obesitas) sebagai berikut :

Makanan asam dapat menurunkan berat badan dan harus ditambahkan ke daftar diet harian Anda, jika Anda benar-benar memiliki rencana untuk menurunkan berat badan. Lemon adalah salah satu dari banyaknya buah-buahan pada daftar buah yang memiliki rasa asam untuk membantu Anda menurunkan ton kalori. Makan makanan asam memotong kalori langsung dan menggantikannya dengan asam sehat selama proses pencernaan.

Di sisi lain, penting untuk banyak minum air karena bersamaan flushes racun dari tubuh yang juga menyebabkan penurunan berat badan. Makanan asam untuk menurunkan berat badan mudah dicari di pasar dan harganyapun sama sekali tidak mahal.

Oleh karena itu, cobalah untuk membuat kebiasaan untuk mengkonsumsi beberapa dari makanan asam untuk membantu Anda menurunkan berat badan lebih cepat. Beberapa jenis buah dan makanan yang membantu menurunkan berat badan itu antara lain Lemon, Jeruk, Asam Jawa, Cuka,  Yogurt,  Tomat, Mangga Hijau/muda, Fermentasi sayuran, Nanas dan Amia.

Jeruk dan viariannya.

Dari artikel diatas, Lemon yang masuk kekeluarga jeruk merupakan jenis buah yang sangat baik untuk dikonsumsi yang bertujuan menuunkan berat badan. Rasa asam pada Jeruk jenis lainpun juga fungsi yang sama, bahkan juga manfaat lain untu ksehatan. Minum air Lemon dan jeruk manis-asam tanpa gula dipagi hari akan menyehatkan pencernakan dan meningkatkan daya tahan tubuh, begitu kata berbagai informasi.

Selama ini di Indonesia jeruk yang paling disukai konsumen adalah yang berasa manis itu antara lain adalah dari jenis Keprok. Dari kelompok jeruk keprok itu ada dua anggota, yang dari dataran rendah dikenal dengan sebutan jeruk Siem dan yang diproduksi didataran tinggi disebut jeruk Keprok. Dari daftar jenis Siem, banyak anggota dari masing-masing jeruk itu ada Jerum Siem Jember, Siem Pontianak, Siem Medan. Begitu juga jeruk Keprok banyak jenisnya sesuai dengan daerah perkembangannya. Ada Keprok Grabag, Keprok Tawangmangu, Keprok Malang, Keprok So’e, Keprok Kintamani dan lainnya.

Ada anggota baru didunia Jeruk Indonesia, yaitu Jeruk Dekopon. Jeruk yang asalnya dari Jepang ini mulai marak dipasar Indonesia karena adanya konsumen yang pulang balik ke Jepang dan melihat kebiasaan orang Jepang mengkonsumsi Jeruk. Orang Jepang yang terkenal ceras itu, lalu dijadikan sebagai model acuan berkonsumsi yang bernar, itu cara yang praktis. Namun setelah orang-orang kita mencoba makan jeruk Dekopon, sebenarnya ada sedikit rasa kaget karena rasanya yang masam-manis. Kalau boleh dinilai perbandingan rasa masam-manisnya Jeruk Dekopon kira-kira 35-65%. Jadi masih agak dominan manisnya. Tetapi, bagi lidah Indonesia umumnya rasa Jeruk Dekopon ini “kurang cocok” bagi lidah Indonesia yang selalu mendambakan rasa manis itu. Kawan sayapun akhirnya ikut bergaya pintar seperti orang Jepang dengan mengatakan bahwa Jeruk Dekopon itu enak karena rasa manis-masam yang segar, katanya. Karena itu, harga Jeruk Dekopon yang di Jepang sana harganya sekitar Rp160.000,-/buah, dibelinya juga. Rata-rata berat sebuah Jeruk dekopon di Jepang sekitar 500 – 800 gram. Setelah masuk Indonesia, harga Jeruk itu dijual dengan harga sedikit lebih mahal.

Namun dalam perkembangannya, sekarang Jeruk Dekopon sudah dapat mulai dibudidaya di Indonesia. Awalnya para petani menanam Jeruk Dekopon didataran medium hingga ketinggian 800 m dpl, sesuai dengan kebiasaannya di Jepang sana. Namun bukan orang Indonesia kalau tidak “menyalahi” panduan termasuk budidaya dalam rangka memperoleh sesuatu yang beda, yaitu Jeruk Dekopon didataran rendah dibawah syarat tumbuh aslinya.  Beberapa pengalaman petani yang “menyalahi” aturan dalam berbudidaya Jeruk Dekopon itu ternyata memperoleh sesuatu yang betul utamanya rasanya. Rasa buah Jeruk Dekopon dari dataran rendah akan berasa lebih manis, namun warna kuningnya tidak mengkilap, tapi kusam atau doff. Kalau diminta memilih, pilih yang mengkilap tetapi berasa manis asam, atau warna kuning-kusam tetapi rasanya manis…?. itu terserah Anda, yang berkonsumsi untuk kenikmatan atau kesehatan, atau kedua-duanya…?.

Berkonsumsi yang baik, semestinya memahami manfaat dari pangan yang asup/dimakan. Karena sehat atau tidak itu bermula dari makanan. Jadi bukan hanya menuruti kesukaan atau rasa puas saja, tetapi juga manfaat gizi untuk kesehatannya.

Soekam parwadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *